Selasa, 13 Mei 2008

di waktu malam

dinginnya sikapmu bekukanku
seolah tak harap ku jadi bintangku
kau seolah tak peduli rasaku

apa kau tak pernah sadar cintaku ?
apa kau tak mengerti betapa besar rasa sayangku ?

benar ku jauh darimu
tapi, rasaku, anganku, dan semua mimpi
kurangkai satu jadi bayangmu
apa semua itu masih buatmu ragu ?

setiap malam bergantiku berharap memutar waktu bersamamu
mengiringi laju siang disampingmu
semua karena besarnya rindu
karena sayang, mawarku

apa kau tahu?
ku tak bisa tanpamu
tak mungkin ku sinari malam
tanpa bulan kasihmu

mengertilah aku
dan pahami aku
hanya itu asaku

dialah pustaka

dialah pustaka
tempatku memaknai bahasa
mengolah rasa di titik jiwa

dialah pustaka
tempatku mengadu cinta
menggapai ilusi yang jadi dilema

dialah pustaka
penyejuk di belahan rasa
seberkas cahaya di tepi ku berada

dia memang pustaka
tempatku berlumur masa

Inilah Aku Untukmu

apapun yang terjadi nanti
jangan rusak permata ini
bingkisan buah orang yang mencintaimu
orang yang beri warna harimu

kau belum tahu aku
sampai ke lorong pikirku
kau belum mengenal
hingga palung terdalam di hatiku
ketahuilah itu....

aku memang bukan bintang fajar
yang menghias langit subuhmu
tapi ingatlah aku
dan kenanglah aku
yang ingin menjadi zamrud di hatimu

aku tak peduli
terik panas membakar kepalaku
aku takkan peduli
rasa sakit saat dingin bekukan tubuhku

kerena aku
tetaplah aku yang mengiringi derap langkahmu
dan aku benar aku

yang berjalan di balik tingkahmu

ku tak mau tanpamu

kau ajarkanku merangkai bintang
menjadikannya rembulan hati
yang menemani degup jantungku tak terhenti

kau tunjukkan bagaimana membangun mimpi
menjadikannya embun hati
yang mengiringi malamku melangkah pergi

jangan berlari !
sebabku menunggumu disini
jangan pergi !
karenaku tak mau sendiri

Dalam Rinduku

rasakan rinduku
alirkan seinring tarikan nafasmu
antarkan ke nadimu
dia kan menuju hatimu

jadikanlah sayangku embun-embun
yang membasahi sukmamu
menyejukkannya
dan menjaganya

hanya bersamamu hidupmu indah
dan hanya denganmu ku dapati cintaku

sungguh....!!!
hati ini tak ingin jauh darimu
menetes air matakukarena kuatnya rindu

jika kau tanya cintaku
peluhku kan jadi jawabannya
dan jika kau bertanya rasa sayangku
aku rela mati untuk menjawabnya

teringat adanya kamu

terkenang datangnya kebahagiaan
dalam setiap pekat yang mencampuri hari kita
terkenang hadirnya purnama
dalam setiap cahaya yang kita biaskan bersama

tersadar raut wajahmu masih lekat dalam ingatan
hanya ada satu kata yang mengukir akhir kita

terasa adanya kepedihan
dalam setiap tetes air mata kita
kita ingin bersama
tapi waktu,
mematahkan janji-janji yang tlah kita tasbihkan

terbuai angin malamyang menerbangkan mimpi-mimpi yang kita rasakan
tak ingin berpisah
tapi kegelapan,
menelan asa kita

Jumat, 09 Mei 2008

Puisiqu

Takku sadar
Kularut dalam angan
Hatiku buram
Jiwaku suram

Dimana kuharus berdiri ?
Tunjuki aku dengan mimpi
Biar kuarungi
Biarku melangkah penuh arti

Kemana kuberlari?
Bantuku ayunkan kaki
Biar basah
Biar bersimpah

Dan jika kuharus pergi
Jangan jemput hari ini
Biarku perbaiki
Hidupku yang terpenjara tuli

Akhir Kata

jantungku bergetar
kencang denyut nadi
pikiranku sudah tak sanggup lagi

masih banyak kata itu
ingin ku tulis untukmu
tapi,
aku sudah tak sanggup

tetap brsamalah sahabat
jarak kita hanya sehelaian
takkan sanggup tuk pisahkan
don't forget me, forever !
9 march '05

hari 2 hari

entah sampai kapan
mulut membungkam
lidah tak berbicara

hati ingin berkata
cuma lamunan yang bisa merasa
dan jantung
tak mengerti maknanya

kering aku disini
waktupun tak mungkin menanti
hingga pagi berganti
kau tak henti ku renungi